Home » Tak Berkategori » Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Selenggarakan International Colloquium Bahas Masa Depan Manajemen Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence

Program Studi Doktor MPI Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung Selenggarakan International Colloquium Bahas Masa Depan Manajemen Pendidikan Islam di Era Artificial Intelligence


Bandar Lampung – Program Studi Doktor (S3) Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung kembali menunjukkan komitmennya dalam memperkuat internasionalisasi akademik melalui penyelenggaraan International Colloquium bertema “Future Directions of Islamic Educational Management: Artificial Intelligence, Digital Governance, and Sustainable Development” pada Kamis, 25 Juni 2026.

Kegiatan ini menjadi forum ilmiah internasional yang mempertemukan dosen, mahasiswa doktor, peneliti, akademisi, serta praktisi pendidikan untuk mendiskusikan berbagai isu strategis mengenai transformasi manajemen pendidikan Islam di tengah pesatnya perkembangan Artificial Intelligence (AI), digitalisasi tata kelola perguruan tinggi, dan pembangunan berkelanjutan.

Caption:

Suasana pembukaan International Colloquium Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung yang menghadirkan keynote speaker dari United Arab Emirates University (UAEU), Uni Emirat Arab.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh pimpinan Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung yang menegaskan pentingnya memperluas jejaring akademik internasional sebagai bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan, kualitas penelitian, dan reputasi institusi di tingkat global.

Ketua Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam, Prof. Dr. Idrus Ruslan, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa International Colloquium merupakan salah satu program strategis Program Studi dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi, peningkatan budaya akademik, serta penguatan kolaborasi riset dengan berbagai universitas dunia.

“Perkembangan Artificial Intelligence telah membawa perubahan besar dalam tata kelola pendidikan tinggi. Perguruan tinggi Islam harus mampu merespons perubahan tersebut melalui inovasi, kolaborasi internasional, serta pengembangan sistem manajemen yang adaptif tanpa meninggalkan nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama pendidikan,” ujar Prof. Idrus Ruslan.

Beliau juga berharap kegiatan ini mampu membuka peluang kerja sama yang lebih luas dalam bidang penelitian bersama, publikasi internasional bereputasi, pertukaran dosen dan mahasiswa, serta pengembangan kurikulum berbasis standar global.

International Colloquium menghadirkan Prof. Dr. Moh. Mizan Aslam dari United Arab Emirates University (UAEU), Uni Emirat Arab sebagai Keynote Speaker. Beliau merupakan akademisi yang memiliki kepakaran di bidang manajemen pendidikan, kepemimpinan pendidikan tinggi, transformasi digital, dan kebijakan pendidikan dalam perspektif global.

Dalam keynote speech-nya yang bertajuk “Future Directions of Islamic Educational Management: Artificial Intelligence, Digital Governance, and Sustainable Development”, Prof. Dr. Moh. Mizan Aslam menjelaskan bahwa perkembangan Artificial Intelligence telah mengubah paradigma pengelolaan lembaga pendidikan di berbagai negara. Menurutnya, AI tidak hanya menjadi teknologi pendukung administrasi, tetapi juga berpotensi meningkatkan kualitas pengambilan keputusan, efektivitas layanan akademik, analisis data kelembagaan, hingga pengembangan pembelajaran yang lebih personal dan adaptif.

Beliau menegaskan bahwa transformasi digital harus dibangun melalui tata kelola (digital governance) yang mengedepankan transparansi, akuntabilitas, keamanan data, serta etika penggunaan teknologi. Perguruan tinggi Islam harus mampu memanfaatkan teknologi secara bijaksana dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman, integritas akademik, dan tanggung jawab sosial.

Caption:

Prof. Dr. Moh. Mizan Aslam dari United Arab Emirates University (UAEU) menyampaikan keynote speech mengenai transformasi manajemen pendidikan Islam di era Artificial Intelligence.

Dalam paparannya, Prof. Moh. Mizan Aslam juga menghubungkan pengembangan manajemen pendidikan Islam dengan agenda Sustainable Development Goals (SDGs). Ia menjelaskan bahwa lembaga pendidikan tinggi memiliki tanggung jawab strategis dalam menghasilkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan global, memiliki kompetensi digital, mampu berinovasi, serta berkontribusi terhadap pembangunan masyarakat yang berkelanjutan.

Beliau menekankan bahwa masa depan pendidikan Islam tidak hanya ditentukan oleh kemajuan teknologi, tetapi juga oleh kemampuan institusi dalam membangun kepemimpinan yang visioner, tata kelola yang profesional, budaya riset yang kuat, dan kolaborasi internasional yang berkelanjutan.

Paparan tersebut mendapatkan apresiasi tinggi dari seluruh peserta. Diskusi berlangsung secara aktif dengan berbagai pertanyaan mengenai implementasi Artificial Intelligence dalam tata kelola perguruan tinggi Islam, tantangan etika penggunaan AI dalam dunia pendidikan, penguatan kapasitas sumber daya manusia, hingga strategi pengembangan universitas Islam yang berdaya saing global.

Caption:

Peserta International Colloquium mengikuti sesi diskusi interaktif bersama keynote speaker mengenai implementasi Artificial Intelligence dan digital governance dalam manajemen pendidikan Islam.

Selain menjadi forum pertukaran gagasan ilmiah, International Colloquium juga menjadi media penguatan jejaring akademik internasional antara Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung dengan berbagai perguruan tinggi luar negeri. Melalui kegiatan ini diharapkan lahir berbagai inisiatif kolaborasi dalam bentuk penelitian bersama, publikasi internasional, pertukaran akademisi, pengembangan kurikulum, serta penyelenggaraan kegiatan ilmiah secara berkelanjutan.

Mahasiswa Program Doktor turut memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berdialog langsung dengan keynote speaker mengenai tren riset global, strategi publikasi pada jurnal bereputasi internasional, serta arah pengembangan keilmuan Manajemen Pendidikan Islam di masa depan.

Sebagai penutup kegiatan, dilakukan penyerahan piagam penghargaan dan cenderamata kepada Prof. Dr. Moh. Mizan Aslam sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi akademiknya dalam berbagi pengalaman, wawasan, dan praktik terbaik mengenai pengembangan manajemen pendidikan Islam di era digital.

Kegiatan kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama yang diikuti oleh pimpinan Pascasarjana, dosen, mahasiswa Program Doktor, serta seluruh peserta sebagai simbol penguatan kemitraan akademik dan komitmen bersama dalam membangun pendidikan Islam yang unggul dan berdaya saing global.

Caption:

Foto bersama keynote speaker, pimpinan Pascasarjana, dosen, dan mahasiswa Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam sebagai penutup rangkaian International Colloquium Tahun 2026.

Melalui penyelenggaraan International Colloquium Tahun 2026, Program Studi Doktor Manajemen Pendidikan Islam Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik, meningkatkan kualitas pendidikan dan penelitian, memperluas jejaring kerja sama internasional, serta menghasilkan lulusan doktor yang unggul, inovatif, berintegritas, dan mampu memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan manajemen pendidikan Islam di tingkat nasional maupun internasional.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis Program Studi dalam mendukung visi Pascasarjana UIN Raden Intan Lampung sebagai pusat pengembangan keilmuan Islam yang unggul, kompetitif, dan bereputasi global melalui kolaborasi akademik yang berkelanjutan.